Dari sebuah novel ''MIMPI SEJUTA DOLAR''
“MIMPI
SEJUTA DOLAR”
MERRY
RIANA

“Mimpi Sejuta Dolar”
merupakan novel terbitan kedua dari kisah hidup seorang wanita yang bernama
Merry Riana.Sebelumnya novel ini telah terbit,tetapi masih ada kekurangan dan
perubahan yang terdapat dalam novel ini.Novel ini menceritakan tentang
perjalanan Merry yang mencapai awal mula titik kesuksesannya di usia 26
tahun,dari pekerjaannya sebagai Financial planner profesional yang memiliki
perusahaan dan tim marketingnya sendiri dengan kantor yang berlokasi di Negeri
Singa Putih,Singapura.Mengikuti perkembangannya,novel ini pun lambat laun
dijadikan sebuah film yang dibuat serupa dengan kehidupan Merry.Yang
disutradarai oleh Hestu Saputra.Dalam film ini Chelsea Islan sebagai Merry dan
Dion Wiyoko sebagai Alva (Suami Merry).Terdapat banyak perbedaan antara film
dan isi novel,film yang dirilis pada Desember 2014 ini banyak yang tidak sesuai
dengan alur kehidupan Merry disana.
Di film ini,menurut saya
seorang Chelsea Islan dalam memerankan perannya sebagai Merry dan Dion Wiyoko
sebagai Alva sangat diacungi jempol karena Chemistry cinta mereka berdua sangat
lah mengesankan.Mereka dapat memposisikan diri di setiap bagian demi bagian
cerita.Mereka terlihat sangat romantis,terutama Alva yang sering memberikan
kejutan-kejutan kepada Merry,memberikan motivasi dan semangat kepada
Merry.Mereka selalu berdua di jalan kehidupannya.Walaupun terombang-ambing
badai masalah yang menimpa dan saling mengisi satu sama lain.Itulah kelebihan
peran mereka berdua yang harus kita contoh,yang tak kenal lelah,dan tak pernah
mengenal pagi atau malam.Mereka selalu bekerja keras agar impian nya tercapai,sama
persis dengan alur di dalam novel tersebut.
Tetapi,ada beberapa
adegan antara film dan novel ini yang berbeda.Pertama,latar belakang Merry
mengapa dikirim ke Singapura oleh orang tuanya.Dalam buku novel disebutkan
bahwa Merry murni untuk mengenyam pendidikan di NTU (Nanyang Technological
University) menggunakan biaya yang pas-pasan sedangkan dalam film
mengisahkan,dia sengaja dikirim ke Singapura karena untuk menghindari kerusuhan
etnic Tionghoa pada masa itu.Dan dititipkan ke saudara Ayahnya,paman
Hans.Karena paman nya tidak ada ditempat,ia menyusuri Singapura tanpa
tujuan.Akhirnya ia bertemu sahabatnya Irene dan mengajak Merry ke asrama
kampusnya dan berkuliah disana.Di dalam film tersebut Merry padahal tidak ada
niat sedikitpun untuk berkuliah disana,ia hanya menghindari bahaya yang
mengancam nya.Tentu jelas sekali perbedaan antara isi yang terdapat di novel
dan film nya.
Kedua,dalam latar
waktu.Semestinya film-film yang mengambil cerita di waktu lampau dalam
kesesuaian era tentunya harus disesuaikan dengan masanya.Tapi tidak dengan film
Merry Riana.Disana Merry dalam pakaian yang dikenakan hanya memakai baju dan
celana cutbray,tetapi teman-teman terdekatnya seperti Alva(Dion Wiyoko) dan
Irene(Kimberly Rider) terlihat kekinian atau mengikuti zaman.Padahal terlihat
jelas bahwa pada zaman itu tahun 1998 belum ada yang berpakaian kekinian
seperti itu.Menurut saya,jelas-jelas bahwa mereka berdua Dion dan Kimberly
mengikuti di era zaman tahun 2014.
Ketiga,dalam kisah cinta
Alva dan Merry.Dan siapa Irene ? Dalam novel disebutkan bahwa Irene tidak
memiliki ketertarikan dengan Alva dan Merry lah yang pertama kali bertemu
dengan Alva dibanding Irene,tetapi di film mengisahkan Irene dan Alva yang
terlebih dahulu saling mengenal dibanding Merry,kemudian Irene lah yang
mengenalkan Alva kepada Merry.Sepertinya sangat jelas berbeda antara film dan
novel nya.
Selain itu,peran Chelsea
Islan sebagai Merry Riana dalam perjuangannya meraih sukses di usia muda dalam film
sedikit kurang menggetarkan hati padahal dalam buku novel disebutkan Merry
banyak mengalami frustasi akibat penolakan demi penolakan ketika memasarkan
produk asuransinya.Menurut saya, dalam film,sikap Chelsea Islan kurang
menimbulkan rasa iba terhadap para penonton film tersebut.
Tetapi,dari novel ini
banyak pelajaran yang dapat kita ambil.Salah satunya adalah hidup itu butuh
perjuangan dalam mengejar sesuatu yang kita harapkan.Sekarang Merry menjelma
menjadi miliuner muda dan diakui sebagai pengusaha sukses,motivator yang sangat
dinamis,serta pengarang buku terlaris di Singapura dan banyak penghargaan
lainnya yang di dapat oleh Merry.Ia berhasil membuat orang tuanya bangga,dan
sampai membiayai utang kuliahnya sendiri.Akhirnya ia meraih penghasilan yang
mencapai 1 juta dolar di usia muda.Merry juga banyak memberikan
motivasi-motivasi seperti kata-kata yang membangun yaitu; jangan menyerah!,
Kita bisa!,Harus sukses!,Bermimpilah!, dan juga Harus yakin dan siap! di setiap
perjuangannya.
Bermimpilah! Walau itu mustahil – Merry Riana
Buku novel “Mimpi Sejuta Dolar” ini berisi pengalaman perjuangan
Merry beserta hikmah yang sangat inspiratif dan bisa diterapkan untuk mencapai
sukses dalam kehidupan.
JANGAN LUPA LIKE AND COMMENT
-thanks
-thanks
Tidak ada komentar:
Posting Komentar